Rabu, 08 Oktober 2014

JENIS-JENIS RAM, HARD DISK, PROCESSOR DAN MOTHERBOARD




JENIS-JENIS RAM, HARD DISK, PROCESSOR DAN MOTHERBOARD



JENIS-JENIS MEMORY (RAM)

1. RAM
Ditemukan pertama kali oleh Robert Dennard, di produksi besar-besaran pada tahun 1968, dan dari sinilah sejarah ram bermula. RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik). RAM generasi pertama ini menggunakan slot 30 pin pada motherboard.

2. DRAM
IBM menciptakan sebuah memory yang di namai DRAM pada tahun 1970, DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory, DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.

3. FPM  DRAM 
Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya. FP RAM ini ditemukan sekitar tahun 1987. Memory ini digunakan oleh sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.

4. EDO DRAM EDO 
DRAM (extended data output dynamic random access memory) diciptakan pada tahun 1995. Memory ini merupakan penyempurnaan dari FPM, EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan. Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal adalah sistem basis yang menggunakan EDO DRAM. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 72 pin.


5. SDRAM
Kingston menciptakan SDRAM pada peralihan tahun 1996-1997, modul ini dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya. Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 168 pin.

6. DR RAM
Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya!Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt.

7. DDR SDRAM
Pada tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memory SDRAM menjadi 2 kali lipat. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory. Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki 184 pin.

8. DDR3 SDRAM 
RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. DDR3 memiliki clock internal 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 200- 533 dan DDR sebesar 100-300 MHz. Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DDR3. Slot yang digunakan pada motherboard memiliki jumlah pin yang sama dengan slot DDR2 SDRAM, tapi posisi notchnya berbeda sehingga seharusnya tidak bisa memasang modul DDR3 SDRAM pada slot DDR2. Hal ini sengaja dilakukan karena secara elektrikal modul DDR2 dengan DDR2 memiliki tegangan yang berbeda.
9. SO-DIMM 
Small Outline Dual In-Line Memory Module (SO-DIMM) merupakan jenis memory yang digunakan pada perangkat notebook. Bentuk fisiknya kira-kira setengah dari besar DDR biasa sehingga dapat lebih menghemat ruang yang tentunya  sangat berharga pada perangkat mobile seperti notebook. Perkembangan generasi SO-DIMM biasanya sejalan dengan perkembangan RAM untuk komputer desktop. Ketika DDR3 SDRAM diluncurkan dipasaran, DDR3 SO-DIMM juga ikut diluncurkan. Modul tersebut menggunakan slot yang memiliki 204 pin. Lebih sedikit daripada DDR3 SDRAM.


JENIS-JENIS PROCESSOR


1971 : 4004 Microprocessor

Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.

1972 : 8008 Microprocessor

Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.

1974 : 8080 Microprocessor


Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan

1978 : 8086-8088 Microprocessor

Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.

1982 : 286 Microprocessor

Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.

1985 : Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004

1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor
Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.

1993 : Intel® Pentium® Processor


Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.

1995 : Intel® Pentium® Pro Processor

Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.

1997 : Intel® Pentium® II Processor

Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.

1998 : Intel® Pentium II Xeon® Processor


Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.

1999 : Intel® Celeron® Processor

Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.

1999 : Intel® Pentium® III Processor

Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.

1999 : Intel® Pentium® III Xeon® Processor

Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.

2000 : Intel® Pentium® 4 Processor

Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.

2001 : Intel® Xeon® Processor

Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.

2001 : Intel® Itanium® Processor


Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).

2002 : Intel® Itanium® 2 Process
or

Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium

2003 : Intel® Pentium® M Processor


Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.

2004 : Intel Pentium M 735/745/755 processors

Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.

2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets

7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.

2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz

Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.

2005 : Intel Pentium D 820/830/840

Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.

2006 : Intel Core 2 Quad Q6600

Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )

2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220

Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)

JENIS-JENIS HARD DISK (HDD)


1. IDE

Jenis Hard Disk - IDE (Integrated Drive Electronics) merupakan standar interface antara bus data motherboard komputer dengan disk storage. IDE interface di buat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture (ISA) 16-bit bus. Interface dari IDE adalah interface untuk storage devices yang dapat teringrasi untuk disk atau CD-ROM drive. Walaupun IDE merupakan teknologi yang umum, kebanyakan orang menggunakan istilah IDE untuk merujuk pada spesifikasi ATA. Sedangkan AHCI (Advance Host Controller Interface) merupakan mekanisme hardware yang membolehkan software untuk berkomunikasi dengan SATA seperti host bus adapter yang didesain untuk hot-plugin dan native command queuing(NCQ) yang dapat menaikan kemampuan komputer/sistem/ harddisk terutama dalam lingkungan multi tasking dengan cara membolehkan drive untuk menjalankan perintah baca tulis yang dikirim secara acak dengan tujuan untuk optimalisasi perpindahan head pada proses pembacaan. AHCI telah di dukung oleh berbagai sistem operasi seperti Windows Vista dan Linux kernel 2.6.19.

2. ATA

Kebanyakan type drive yang digunakan oleh para pengguna komputer adalah tipe ATA (dikenal dengan IDE drive). Tipe ATA di buat berdasarkan standart tahun 1986 dengan menggunakan 16 bit paralel dan terus berkembang dengan penambahan kecepatan transfer dan ukuran sebuah disk. Standart terakhir adalah ATA-7 yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2001 oleh komite T13(komite yang bertanggung jawab menentukan standart ATA). Tipe ATA-7 memiliki data transfer sebesar 133 MB/sec. kemudian selama tahun 2000 ditentukan standar untuk paralel ATA yang memiliki data rate sebesar 133 MB/sec, tapi paralel ATA terdapat banyak masalah hal singnal timin, EMI(electromognetic interference) dan intergitas data. Kemudian para industri berusaha menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh paralel ATA dan di buat standar baru yang di sebut Serial ATA (SATA)

ATA (Advanced Technology Attachment) menggunakan 16 bit paralel digunakan untuk mengontrol peralatan komputer, dan telah di pakai selama 18 tahun lebih sebagai standar. Perbedaan SATA dan ATA yang paling mudah adalah kabel data dan power yang berbeda.

Standar ATA, seperti 200GB Western Digital Model, mempunyai dua inch kabel ribbon dengan 40 pin koneksi data dan membutuhkan 5V untuk setiap pin dari 4 pin connection. Sedangkan SATA seperti 120 GB western Digital Model mempunyai lebar setengah inci, 7 connector data connection sehingga lebih tipis dan mudah untuk mengatur kebel datanya. Kabel data SATA mempunyai panjang maksimal 1 meter (39.37 inci) lebih panjang dari ATA yang hanya 18 inci.

3. SATA

Jenis Hard Disk - SATA dengan 15 pin kabel power dengan 250 mV, tampaknya memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, tapi dalam kenyataanya sama saja. Dan kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec

Keuntungan lainya dari SATA adalah SATA di buat dengan kemampuan hot-swap sehinga dapat mematikan dan menyalakan tanpa melakukan shut down pada sistem komputer.

Sedangkan dalam harga, drive SATA lebih mahal sedikit di bandingkan drive ATA , kesimpulanya SATA lebih memiliki keuntungan dibandingkan ATA dalam connector, tenaga, dan yang paling penting performanya. Sekarang standar ATA telah mulai di tinggalkan dan produsen memilih standart SATA.

4. Harddisk SSD

Jenis Hard Disk - Seperti yang kita ketahui bahwa Harddisk yang selama ini kita gunakan sebagai media penyimpanan masih mempunyai bagian mekanik didalamnya, sedangkan media SSD (Solid State Disk) sudah menggunakan teknologi seperti USB Drive atau memori komputer. Bila Anda perhatikan bahwa media seperti USB Drive ini tidak memiliki bagian yang bergerak.

Intel menggandeng pabrikan asal Taiwan yaitu Kingston untuk memasarkan SSD Intel sehingga kehadiran kedua nama tersebut menjadikan pasar SSD makin bertambah. Nama yang sudah tidak asing lagi di dunia SSD adalah Sandisk, Samsung, Imation, Toshiba dan bahkan Seagate pun akan merambah juga ke pasar SSD ini. Memang kedepannya media penyimpanan akan lebih mengarah ke SSD karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan media penyimpanan saat ini seperti Harddisk.



JENIS-JENIS MOTHERBOARD


1. Motherboard Processor Pentium I

  
  • CPU Intel Pentium MMX, 166 MHz 
  • Motherboard QDI VX III (3 ISA, 4 PCI, 4 SIMM, 1 DIMM) 
  • Chipset Intel Triton 82430VX 
  • BIOS Award Modular (07/07/97) 
  • Motherboard id 07/07/97-i430VX-NS306-2A59GQ1EC-00 
  • Chipset Intel Triton 82430VX 
  • BIOS Award Modular BIOS v4.51PG 
  • BIOS message P5I430VX/250DM Explorer II BIOS V3.5S 07/09/97 
  • Chipset North Bridge Intel 82437VX


2. Motherboard Processor Pentium II


  • Chip Set Intel
  • Video Chip Set None
  • Maximum Onboard Memory 384MB (EDO & SDRAM supported)
  • Maximum Video Memory None
  • Cache 256/512KB (located on Pentium II CPU)
  • BIOS AMI Dimensions 305mm x 244mm
  • I/O Options 32-bit PCI slots (5), floppy drive interface, green PC connector, IDE interfaces (2), parallel port, PS/2 mouse port, serial ports (2), IR connector, USB connectors (2), ATX power connector, AGP slot
  • NPU Options None

3. Motherboard Processor Pentium III



  • Chipset Intel 82443BX PAC
  • Memory Capacity Two DIMM sockets for up to 512 MB SDRAM (16 MB minimum) 
  • Memory Type/Size Supports Intel 
  • 4-clock, 72-bit ECC or 64-bit 
  • non-ECC, unbuffered 66-MHz or 100-MHz DIMMs 
  • DIMM Sizes 16 MB, 32 MB, 64 MB, 128 MB, 256 MB 
  • Memory Voltage 3.3V only 
  • USB Two stacked USB connectors 
  • BIOS Type 4 Mb bootblock Flash,AMI BIOS 4Mb Flash 
  • Special Features Plug and Play, IDE drive auto-configure
  • Advanced Power Management (APM) 1.2
  • ACPI 1.0, DMI 2.0 ECC/Parity support
  • LS120 support, Multilingual support

4. Motherboard Processor Pentium IV


  • RAM Dual Channel atau Quad Channel ECC Registered & FBDIMM
  • Chassis Model tower,rackmount dan blade 
  • Graphics Controller On-board 
  • Power Connector 24-pin & 8-pin auxiliary 500 watt - 750 watt 
  • Socket Processor Dual Socket atau Lebih Processor Intel Xeon atau Itanium 
  • Slot PCI Tersedia PCI-X dan 64-bit 

5. Motherboard Processor Dual Core

  

  • Max CPU Configuration 1
  • TCASE 74.1°C 
  • Package Size 37.5mm x 37.5mm 
  • Processing Die Size 82 mm2 
  • Processing Die Transistors 228 million 
  • Sockets Supported LGA775 
  • Halogen Free Options Available Yes 
  • Clock Speed 2.7 GHz 
  • L2 Cache 2 MB 
  • Bus/Core Ratio 13.5 
  • FSB Speed 800 MHz 
  • Instruction Set 64-bit 
  • Embedded Options Available No 
  • Supplemental SKU No 
  • Lithography 45 nm 
  • Max TDP 65 W 
  • VID Voltage Range 0.8500V–1.3625V 

6. Motherboaard Processor Core 2 Duo


  • LGA775 Core 2 Duo
  • Chipset Intel G31, ICH7 
  • Front Side Bus 1600(O.C)/1333/1066/800 MHz 
  • Dual 2 DDR2 1600(O.C)/1333/1066/800 
  • 1x PCIe x16, 1x PCIex1,2 x PCI;Support Intel next generation 45nm CPU; Support Enhanced Intel Speed Step Technology (EIST) 
  • VGA, Audio, PCIe LAN 



7. Motherboard Processor Intel Core 2 Quad


  • CPU Socket LGA 775
  • Multi-Core Quad-Core 
  • Operating Frequency 2.66GHz 
  • Cache 6MB L2 
  • 64 bit Support Yes 
  • Cooling Device Heatsink and Fan




Selasa, 07 Oktober 2014

SUBNETTING IP ADDRESS v4


Aturan Memberikan IP Address (IPv4) Pada Komputer Secara Manual


Pengertian IP Address 
Nah oleh sebab itu, kali ini saya ingin membahas tentang aturan memberikan IP Address pada komputer. Pengertian Internet Protocol (IP) Address sendiri adalah deretan angka biner yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk setiap komputer pada sebuah jaringan. Untuk saat ini ada 2 jenis IP yang digunakan, yaitu IPv4 dan IPv6. Kali ini saya hanya akan membahas yang versi 4 saja.

Peng-kelas-an IP Address 
IP versi 4 memiliki ruang 32 bit angka biner yang dibagi menjadi 4 segmen. Jadi setiap segmen bernilai 8 bit atau berjumlah 255, yang berarti ketika memasukan angka tidak bisa lebih dari 255. Angka pertama pada Network ID harus sesuai dengan aturan peng-kelas-an. IP versi 4 dibagi ke dalam 5 peng-kelas-an:
1. Kelas A (dengan network dari 1 sampai 126)
2. Kelas B (dengan network dari 128 sampai 191)
3. Kelas C (dengan network dari 192 sampai 223)
4. Kelas D (dengan network 224)
5. Kelas E (dengan network 255)

Pembagian IP Address
IP Address dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Network ID dan Host ID. Network ID menentukan alamat pada sebuah jaringan komputer, sedangkan Host ID menentukan alamat setiap komputer pada sebuah jaringan. Masing-masing komputer dalam sebuah jaringan harus memakai Network ID yang sama. Dan masing-masing komputer dalam jaringan harus memakai Host ID yang unik (berbeda satu sama lain).
Setiap Kelas mempunyai pembagian IP Address yang berbeda.
1. Kelas A (8 bit untuk Network ID dan 24 bit untuk Host ID atau 1 segmen untuk Network ID dan 3 segmen untuk Host ID)
2. Kelas B (16 bit untuk Network ID dan 16 bit untuk Host ID atau 2 segmen untuk Network ID dan 2 segmen untuk Host ID)
3. Kelas C (24 bit untuk Network ID dan 8 bit untuk Host ID atau 3 segmen untuk Network ID dan 1 segmen untuk Host ID)

IP Private/Lokal
Kelas IP Address yang biasanya digunakan adalah kelas A, B, dan C. Kelas D dan E jarang sekali digunakan, karena fungsi IP Address kelas D adalah untuk Multicast (sekelompok komputer dalam jaringan yang menggunakan aplikasi secara bersama-sama), sedangkan kelas E adalah untuk Eksperimental (percobaan).
Telah disediakan dan direkomendasikan sebuah alamat untuk digunakan pada jaringan komputer dalam organisasi atau institusi yang disebut IP Private / Lokal.
1. Kelas A (10.X.X.X)
2. Kelas B (172.16.X.X)
3. Kelas C (192.168.X.X)

Subnet Mask

Subnet mask adalah deretan angka biner (bagian dari IP Address) yang berfungsi sebagai tanda peng-kelas-an apa yang digunakan pada sebuah komputer/jaringan. Sehingga peng-kelas-an IP Address pada sebuah komputer/jaringan dapat diketahui/dibedakan. Biasanya subnet mask akan terisi otomatis saat kita memberikan IP Address pada sebuah komputer.
1. Kelas A (255.0.0.0)
2. Kelas B (255.255.0.0)
3. Kelas C (255.255.255.0)

Gateway
Gateway (default gateway) adalah IP Address yang berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih yang memiliki network ID yang berbeda dan digunakan pada perangkat yang berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih yang memiliki network ID yang berbeda. Kita bisa mengisi IP pada perangkat tersebut dengan bebas, asal Network ID tetap sama dengan jaringan komputer yang terhubung. Namun jika kita tengah memakai gateway ini pada perangkat untuk menghubungkan jaringan yang berbeda, IP gateway ini janganlah digunakan untuk komputer/host pada jaringan.

Ringkasan: IP ADDRESS
Kelas
Network
IP Private/Local
Subnet Mask
Network ID
Host ID
A
1-126
10.X.X.X
255.0.0.0
8 bit / 1 segmen
24 bit / 3 segmen
B
128-191
172.16.X.X
255.255.0.0
16 bit / 2 segmen
16 bit / 2 segmen
C
192-223
192.168.X.X
255.255.255.0
24 bit / 3 segmen
8 bit / 1 segmen
D
224
-
-
-
-
E
255
-
-
-
-
Merah = Network ID.
Biru = Host ID.

Pemberian IP Address
1. Automatic, adalah pemberian IP Address secara otomatis setiap komputer host/komputer akan mendapatkan IP Address-nya masing-masing dari Server dengan sistem DHCP.

2. Static, adalah pemberian IP Address secara Manual.
Dalam pemberian IP Address secara Manual kita dapat mengacu dari aturan-aturan yang telah dijelaskan sebelumnya.
Contoh pemberian IP Address pada komputer dengan Sistem Operasi Windows.


Pada gambar di atas berarti pemberian IP Address pada komputer adalah:
·                     Network ID: 192.168.100 (angka pertama pada Network ID adalah 192 berarti Kelas C)
·                     Host ID: 27 (bebas ditentukan)
·                     Subnet Mask: Sesuai dengan aturan (kelas C = 255.255.255.0)
·                     Default Gateway diisi secara bebas, namun dengan network ID yang sama dan jangan digunakan untuk IP Address Komputer/Host pada jaringan. (Maka jika suatu saat akan menggunakan perangkat untuk menghubungkan jaringan yang berbeda, gateway ini bisa dijadikan IP Address untuk perangkat tersebut)
Aturan tambahan:
·                     Angka 127 tidak dapat digunakan untuk angka pertama pada Network ID karena 127 tidak termasuk pada kelas apa pun. 127 adalah alamat LoopBack (IP Address yang hanya dikenali oleh komputer itu sendiri / tidak dapat dikenali oleh komputer lain)
·                     Host ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 255 atau 0.
·                     Dalam sebuah jaringan, Host Id pada masing-masing komputer harus berbeda satu sama lain.

Minggu, 05 Oktober 2014

Sistem Komputer ( Modul I/O dan Skema peripheral )


Sistem Komputer

Sekarang Saya akan berbagi tentang sedikit hal tentang ilmu komputer, beberapa isi file yang saya bagikan ini, antara lain;
  • Sistem I/O Komputer
  • Fungsi Modul I/O
  • Skema perangkat Peripheral
  • Teknik I/O
  • Macam-macam alat I/O pada Komputer
ini screen shoot file nya;



Download file PDF dibawah ini:


Sekian dan semoga bermanfaat...........!!!!!!!!!!